Seminggu tidaklah cukup untuk bekerja bagi sebagaian orang. Ada kalanya waktu libur juga digunakan untuk bekerja. Namun bekerja disini dalam arti bekerja dikantor atau ditempat usaha yang memerlukan waktu untuk perjalanan rumah ke kantor/tempat usaha. Nah bagaimana dengan waktu untuk keluarga? Ya keluarga, Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, Adik, dan Anak adalah keluarga yang paling sering berinteraksi dengan kita. Adakah hari spesial untuk mereka? Walaupun mungkin Anda sering bertemu pada sore/malam hari setelah pulang bekerja namun kualitas bertemu dengan keluarga pasti akan lain jika ada hari khusus untuk bercengkrama dengan keluarga dirumah. Spesial menurut saya adalah kualitas pertemuannya sangat tinggi bermain sampai capek kemudian tidur bersama dengan anak-anak pasti menyenangkan. Anak yang memiliki kualitas pertemuan yang tinggi dengan kedua orangtuanya menunjukkan wajah yang sangat riang dan gembira walaupun kelelahan saat bermain. Selain itu saat tertidur wajahnya akan nampak ceria. Ya ini menurut pengamatan saya saat meluangkan waktu hanya untuk keluarga. Apakah anda juga memiliki pengalaman yang sama dengan saya?
Satu Paragraf
Aspirasi & Inspirasi
Kamis, 05 Desember 2013
Rabu, 04 Desember 2013
Pekan Kondom Nasional
Awal Desember 2013 ada berita menggemparkan mengenai program kesehatan dari Kementrian Kesehatan RI. Program tersebut adalah Pekan Kondom Nasional untuk pencegahan terhadap HIV/AIDS dan IMS, yang akan membagikan paket kondom secara gratis. Berita yang paling heboh adalah kegiatan ini akan masuk ke kampus-kampus. Banyak orang berasumsi bahwa ada legalisasi maksiat di kampus, karena kondom dipandang sebagai barang yang konotasinya negatif. Wah, ngeri juga tuh kalau mahasiswa dapet kondom gratis lalu mau buat apa? Apakah berarti mahasiswa bakalan dapat kondom gratis? Jawabnya adalah TIDAK, ya memang tidak semua orang akan dapat gratis namun ada syarat yang harus dipenuhi.
Aturan pembagian kondom gratis menurut Kemal N. Siregar (Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional / KPAN), yaitu:
- Diberikan hanya kepada orang yang berisiko seperti penderita IMS dan HIV/AIDS saja.
- Melihat umur, hanya diberikan kepada yang sudah dewasa bukan di bawah umur.
- Sudah terbukti sebagai orang yang kegiatan seksualnya aktif, ditandai dengan surat bertanda tangan dari si penderita.
- Harus ada surat izinnya kalau memang diberikan di kampus.
Langganan:
Postingan (Atom)