Awal Desember 2013 ada berita menggemparkan mengenai program kesehatan dari Kementrian Kesehatan RI. Program tersebut adalah Pekan Kondom Nasional untuk pencegahan terhadap HIV/AIDS dan IMS, yang akan membagikan paket kondom secara gratis. Berita yang paling heboh adalah kegiatan ini akan masuk ke kampus-kampus. Banyak orang berasumsi bahwa ada legalisasi maksiat di kampus, karena kondom dipandang sebagai barang yang konotasinya negatif. Wah, ngeri juga tuh kalau mahasiswa dapet kondom gratis lalu mau buat apa? Apakah berarti mahasiswa bakalan dapat kondom gratis? Jawabnya adalah TIDAK, ya memang tidak semua orang akan dapat gratis namun ada syarat yang harus dipenuhi.
Aturan pembagian kondom gratis menurut Kemal N. Siregar (Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional / KPAN), yaitu:
- Diberikan hanya kepada orang yang berisiko seperti penderita IMS dan HIV/AIDS saja.
- Melihat umur, hanya diberikan kepada yang sudah dewasa bukan di bawah umur.
- Sudah terbukti sebagai orang yang kegiatan seksualnya aktif, ditandai dengan surat bertanda tangan dari si penderita.
- Harus ada surat izinnya kalau memang diberikan di kampus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar